Raskin dan Rakka pemuda yang cukup muda, merantau untuk mencari ilmu demi masa depan.
Phone: Kringg….. kring…. ka ini gw raskin….
Rakka: iya kenapa kin
Raskin: opamah besok mau dateng kesini
Rakka : iya emang kenapa?
Raskin : wah bagaimana besok kuliah, bukannya jalan kekampus akan di blokir?
Rakka : wah iya juga ya, kalau begitu lihat besok saja.
Raskin : ok
KEESOKAN HARINYA
duk…. duk…. duk.. kin bangun kin
Raskin: kenapa ka
Rakka : itu jalanan di depan sudah ditutup kendaraaan sudah tidak boleh lewat karena opamah mau datang .
Raskin : kalau begitu bagaimana kita kuliah?
Rakka : ya mau tidak mau kita harus jalan kaki
Raskin: ah tidak salah di hari sepanas ini jalan kaki sampai kampus yang jauhnya seperti itu?
Rakka : ya mau bagaimana lagi sekarangkan mata kuliahnya akan mengambil nilai
Raskin : baiklah kalau begitu

DIPERJALANAAN…..
Mereka berdua melihat jalanan yang begitu lengang tidak ada mobil, sepeda motor, bahkan kereta pun ditunda karena akan kedatangan opamah. Dijalan hanya terlihat banyak bis yang bertempelkan poster opamah yang akan dipakai untuk menjemput tamu tamunya. Bahkan disepanjang jalan sudah dipersiapkan mobil-mobil polisi dan pansher untuk mengawal kedatanganya.
Raskin : ka banyak sekali ya sekarang orang- orang berjalan.
Rakka : ya tentu saja ini dampak kedatangan dari opamah
(mereka melihat lautan manusia yang sedang berjalan mulai anak-anak, remaja, orangtua,bahkan yang sudah lansia harus berjalan kaki jauh agar mencapai tempat tujuannya) diperjalanan pun mereka melihat orang-orang yang berdemonstrasi mengenai kedatangan opamah ( mereka berpikir apakah mereka berdemonstrasi karena lelah karena harus berjalan karena opamah datang).
Setelah berjalan cukup lama dan jauh mereka sampai kekampus dengan keringat yang mengucur deras itu pun mereka sedikit terlambat . Sesampainya dikelas ternyata ada sebagiannya temanya yang tidak masuk bahkan dosen pun juga ada, mungkin mereka terjebak macet karena banyak jalan yang ditutup.
Raskin : ka sepi kali ini kelas
Rakka: ya mungkin mereka sedang ingin menyaksikan pidato dari opamah.
Raskin : wah berarti pidatonya sangat bermanfaat ya?
Rakka : mungkin saja
Mereka pun pulang sambil merenung bila opamah sering- sering datang kesini bagaimana nasib mereka bila terlambat terus- menurus karena harus berjalan kaki apakah masa depan mereka akan ditanggung opamah dan juga bagaimana dengan mereka yang mencari nafkah disekitar jalan itu dan para supir angkot, bus, dll apakah mereka akan menjadi tanggungan obama pada hari itu.