PENGEMBANGAN PRODUK BARU

Booz, Allen & Hamilton baru baru ini menandai adanya enam golongan produk baru,baik dilihat oleh perusahaan maupun oleh pasar. Golongan-golongan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Produk baru bagi dunia: produk ini mencipta pasar yang baru sama sekali
2. Lini produk baru : dengan produk ini perusahaan untuk pertama kalinya memasuki pasar yang sudah ada.
3. Tambahan pada lini produk yang sudah ada : produk yang menanmbah lini produk yang sudah ada disuatu perusahaan.
4. Penyempurnaan/revisi atas produk yang sudah ada. Produk baru dengan daya kerja/kegunaan yang disempurnakan.
5. Penempatan kembali/repositioning.produk yang sudah ada dipasarkan pada segmen pasar baru.
6. Penekanan biaya: produk yang daya kerja/kegunaanya sama dengan yang sudah ada pada biaya yang lebih rendah.

DILEMA PENGEMBANGAN PRODUK BARU
Beberapa sebab yang bisa mengakibatkan makin sulitnya keberhasilan pengembangan produk baru dimasa yang akan datang,bisa diulas seperti berikut:
1. kurangnya gagasan pada jenis tertentu: Beberapa ilmuwan menyatakan sedikinya teknologi baru yang setaraf dengan penemuan mobil ,televisi, dan obat-obatan yang mujarab.
2. pasar yang terpecah-pecah: persaingan yang tajam menyebabkan pasar yang terpecah-pecah. Perusahaan terpaksa mengarahkan produk barunya pada segmen yang lebih sempit.
3. kendala sosial dan pemerintah: produk baru harus memenuhi persyaratan umum seperti keselamatan konsumen dan tidak mencemari lingkungan. Peraturan-peraturan pemerintah menyebabkan lambatnya pembaruan pada di beberapa industri.
4. mahalnya proses pengembangan produk baru: biaya pengembangan dan peluncuran untuk masing-masing produk akan meningkat tinggi terutama pada laju inflasi saat ini,yang nyata pada biaya-biaya produksi,periklanan dan distribusi.
5. kurangnya modal: kebanyakan perusahaan tidak mampu mengumpulkan dana yang diperlukan bagi penelitian untuk inovasi yang sesuangguhnya.
6. pendeknya rentang waktu menyelesaikan produk: tidak sedikit pesaing yang mungkin saja mendapat gagasan yang sama pada saat yang sama pula. Perusahaan-perusahaan jepang melihat tantangan ini sebagai “mencapai kualitas yang lebih baik dengan harga yang paling murah dan lebih cepat dari pesaingnya”.
7. pendeknya masa manfaat bagi produk yang berhasil: Bila suatu produk baru berhasil dipasar, para pesaing dengan cepat akan menirunya, sehingga dengan demikian memperpendek daur hidup produk tadi.
Ada 2 hal besar yang harus diperhatikan untuk berhasilnya suatu pemasaran produk baru. Pertama: perusahaan jelas harus meningkatkan efektivitas seluruh pengelolaan organisasinya dalam menangani proses pengembangan produk barunya. Kedua: perusahaan harus menangani setiap tahap dalam proses dengan teknik-teknik yang terbaik.
PENGELOLAAN ORGANISATORIS YANG EFEKTIF
Manajemen puncak seharusnya menetapkan kriteria yang jelas dalam hal gagasan produk barunya. Booz, Allen & Hamilton merumuskan 6 peran strategis pokok yang diharapkan atas produk barunya ( angka persen menunjukkan besarnya peranan produk):
– mempertahankan posisi sebagai pembaharu produk (46 %)
– mempertahankan pangsa pasar (44 %)
– meletakkan dasar bagi pasar baru mendatang (37%)
– menduduki lebih dulu satu segmen pasar (33%)
– menggarap kemajuan teknologi dengan cara yang lebih baru (27%)
-memanfaatkan kekuatan-kekuatan dibidang distribusi (24%)
Suatu faktor utama untuk melaksanakan pengembangan produk baru dengan efektif adalah dengan menyusun struktur organisasi yang ampuh. Dalam hal ini, prusahaan bisa membentuk struktur dengan beberapa cara sebagai berikut:
1. manajer produk : banyak perusahaan menyerahkan masalah pengembangan produk baru pada manajer produknya. Ternyata cara ini mengandung kelemahan. Kesibukan manajer produk dalam mengelola lini produk yang sudah ada mengakibatkan kecilnya perhatian pada pengembangan produk baru.
2. manajer produk baru: dalam struktur organisasi General Foods dan Johson & Johson terdapat jabatan manajer produk baru yang bertanggung jawab kepada manajer kelompok produk. Manfaat besar dari jabatan ini adalah bahwa fungsi pengembangan produk diletakkan pada tempat yang lebih professional.
3. komite produk baru: kebanyakan perusahaan memiliki komite semacam ini dalam organisasinya. Komite ini berada pada jenjang tinggi dan bertugas membahas usulan-usulan mengenai produk baru serta bukannya berfungsi sebagai semacam koordinator, komite ini akhirnya yang memutuskan diteruskan tidaknya suatu rencana produk baru.
4. depatemen produk baru: Departemen seperti ini sering dibentuk oleh perusahaan yang besar. Manajer dari departemen ini memiliki wewenang yang cukup besar dan bertanggung jawab penuh serta langsung pada manajemen puncak.
5. Tim (venture team) produk baru: perusahaan-perusahaan seperti Dow dan General Mills menyerahkan kegiatan pokok dalam pengembangan produk baru kepada satu tim. Tim ini merupakan gabungan dari beberapa departemen operasional dan diserahi tugas menyiapkan produk baru sampai jadi dan dipasarkan.
PENCIPTAAN GAGASAN
Proses pengembangan produk baru dimulai dengan penggalian gagasan. Tahap penggalian ini tentu saja tidak dibebaskan begitu saja. Manajemen puncak perlu menetapkan dan menegaskan kelompok produk apa dan pasar mana yang akan diteliti.
Sumber Gagasan Produk Baru
Sesungguhnya gagasan mengenai produk baru bisa digali dari berbagai pihak : pelanggan, ilmuwan, pesaing, salesman perusahaan, distributor maupunpihak manajemen puncak. Konsep pemasaran secara sederhana mengatakan bahwa keinginan dan kebutuhan konsumen merupakan sumber yang paling masuk akal dalam tahap penggalian gagasan produk baru.
Teknik Menghasilkan Gagasan
Gagasan cemerlang merupakan hasil perpaduan dari ilham, keringat dan teknik. Berikut ini ada sejumlah teknik kreatifitas yang bisa membantu menhasilkan gagasan yang baik.
– Daftar perincian attribut: atribut utama produk yang dirinci dan kemudian masing-masing attribut tersebut dimodifikasi untuk menghasilkan barang yang telah disempurnakan. Contoh: obeng. Atribut obeng: batang panjang bundar dari baja, pegangan kayu, berfungsinya dengan berputar, digerakkan dengan tenaga manusia.
– Hubungan Terpaksa/Forced Relationship: beberapa barang disusun daftarnya dan masing masing barang dipertimbangkan dalam hubunganya dengan barang lainnya. Contoh: daftar yang diperlukan sebuah meja satu set televisi, komputer, mesin photocopydan sebagainya sehingga sebuah meja yang penuh dengan peralatan elektronik dengan desain mirip seperti dalam kokpit seorang pilot.
– Analisis Morfologis: morfologi berarti struktur, dan metode ini berkisar untuk mengidentifiskasikan dimensi struktur suatu permasalahan dan membahas hubungan antar dimensi tadi. Contoh: memindahkan sesuatu dari satu tempat ketempat lain dengan kendaraan bertenaga. Dimensi dimensi yang pokok adalah jenis kendaraan ,dan sumber tenaga.
– identifikasi masalah/ kebutuhan: ketiga teknik diatas sama sekali tidak melibatkan masukan dari konsumen untuk menghasilkan gagasan. Sebaliknya teknik identifikasi masalah diawali dengan konsumen. Contoh : suatu perusahaan memaparkan produknya lalu mewawancarai koresponden dan menanyakan apakah mereka merasa sangat pua, sedikit kecewa, kecewa atau sangat kecewa bila mereka menjawab kecewa perusahaan tersebut akan bertanya kepada korespoden tersebut untuk memaparkan kekecwaan mereka terhadap produk tersebut.

REFERENSI: MANAJEMEN PEMASARAN JILID 2 PHILIP KOTLER

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s